Kategori: Berita

  • Selangkah Menuju Janji Suci: KUA Tambelang Dampingi Tiga Pasangan Membangun Fondasi Sakinah

    Selangkah Menuju Janji Suci: KUA Tambelang Dampingi Tiga Pasangan Membangun Fondasi Sakinah

    Tambelang – Pernikahan sejatinya bukan sekadar euforia perayaan sehari atau penyatuan dua insan di atas pelaminan. Lebih dalam dari itu, pernikahan adalah perpaduan dua isi kepala, dua latar belakang, dan dua hati yang berikrar untuk saling menjaga sepanjang usia. Kantor Urusan Agama (KUA) Tambelang terus berkomitmen memberikan pendampingan terbaik, salah satunya melalui layanan edukasi dan Bimbingan Perkawinan yang kembali diselenggarakan hari ini.

    Hari ini, KUA Tambelang menyambut hangat kehadiran tiga pasangan calon pengantin. Terpancar raut wajah penuh harap, kesungguhan, dan antusiasme dari ketiganya. Kehadiran mereka di sini bukan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban administratif kelengkapan berkas, melainkan wujud kesadaran mendalam bahwa cinta sejati senantiasa membutuhkan ilmu agar tak goyah oleh waktu dan ujian.

    Pendekatan edukasi yang diberikan dirancang sedemikian rupa agar tidak hanya bersifat normatif, tetapi benar-benar menyentuh aspek terdalam kehidupan berumah tangga. Para petugas KUA tidak hanya memaparkan tentang rukun, syarat sah perkawinan, serta hukum administrasi Islam dan negara, tetapi juga mengajak para peserta untuk menyelami esensi kedewasaan emosional.

    Pasangan-pasangan muda ini diajak merenungkan bahwa rumah tangga yang kokoh dibangun di atas fondasi komunikasi yang ma’ruf (baik), keikhlasan untuk saling mengerti, serta kesediaan untuk meredam ego masing-masing. Mereka dibekali pemahaman tentang manajemen konflik sebuah pesan penting bahwa ketika badai persoalan datang menghampiri, suami dan istri adalah sepasang sayap yang harus saling menguatkan, bukan saling menyalahkan.

    Melalui bimbingan yang penuh kehangatan ini, KUA Tambelang berharap dapat memberikan pelita kecil yang akan menerangi jalan ketiga pasangan tersebut. Harapannya, setiap nasihat yang ditabur hari ini kelak akan tumbuh subur menjadi pohon kedamaian di dalam rumah mereka.

    Selamat mempersiapkan diri, para calon pengantin. Semoga niat baik yang telah dilabuhkan hari ini diridhoi oleh Allah SWT, dan kelak mengantarkan kalian pada tujuan agung pernikahan: membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah, hingga ke surga-Nya.

  • Di Balik Meja Pelayanan KUA Tambelang: Mengurai Tanya tentang Khulu’ dengan Pendekatan Hati

    Di Balik Meja Pelayanan KUA Tambelang: Mengurai Tanya tentang Khulu’ dengan Pendekatan Hati

    Kantor Urusan Agama (KUA) tidak hanya berfungsi sebagai pusat administrasi pencatatan nikah, tetapi juga sebagai fasilitas rujukan bagi masyarakat yang membutuhkan bimbingan ketahanan keluarga. Fungsi ini tercermin secara nyata dalam kegiatan pelayanan harian di KUA Tambelang, di mana para petugas secara proaktif merespons dinamika sosial dan problematika rumah tangga warga.

    Dalam sebuah kesempatan pelayanan, seorang warga datang berkonsultasi kepada Penyuluh Agama Islam KUA Tambelang, Ust. Rosad Saputra, S.Pd.I. Warga tersebut menghampiri meja pelayanan depan bukan untuk mengurus dokumen pencatatan, melainkan untuk menyampaikan permasalahan rumah tangganya yang sedang mengalami kebuntuan. Dalam konsultasi tersebut, ia mengutarakan rasa lelah menghadapi konflik keluarga dan menanyakan perihal khulu’ (gugat cerai).

    Merespons situasi tersebut di area pelayanan publik, Ust. Rosad menerapkan pendekatan yang profesional dengan tetap menjaga privasi warga. Langkah awal yang diambil adalah memberikan ruang aman bagi warga untuk mengutarakan keluh kesahnya. Proses mendengarkan secara aktif ini bertujuan untuk meredakan beban emosional warga sebelum masuk ke tahap pemberian nasihat keagamaan.

    Alih-alih memberikan rincian persyaratan administrasi atau mengarahkan warga tersebut ke Pengadilan Agama, Ust. Rosad mengambil langkah penanganan yang berfokus pada preservasi pernikahan. Beliau memberikan pandangan keagamaan yang menekankan pentingnya rasionalitas dalam penyelesaian masalah keluarga. Warga tersebut diedukasi bahwa keputusan yang menyangkut perpisahan idealnya tidak diambil saat kondisi psikologis sedang tidak stabil atau berada di puncak emosi.

    Lebih lanjut, Ust. Rosad memberikan bimbingan spiritual dengan menganjurkan warga tersebut untuk mengambil jeda waktu guna menenangkan pikiran. Pendekatan ini dibarengi dengan anjuran untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya melalui pelaksanaan salat Istikharah. Tujuannya adalah agar warga tersebut dapat berpikir lebih jernih, memulihkan kondisi batinnya, dan membuka kembali ruang komunikasi yang sehat dengan pasangan sebelum memutuskan langkah yang lebih jauh.

    Sesi konsultasi di meja pelayanan tersebut diselesaikan dengan baik, dan warga yang bersangkutan dapat pulang dengan kondisi mental yang lebih tertata. Penanganan kasus seperti ini merupakan implementasi langsung dari komitmen KUA Tambelang dalam merawat ketahanan institusi keluarga. Upaya preventif dan persuasif yang diberikan oleh penyuluh agama ini senantiasa menempatkan kemaslahatan dan keutuhan keluarga masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap lini pelayanan.

  • Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Kecamatan Tambelang Gelar Tarhib dan Pawai Obor Bersama Masyarakat dan Pemerintah Setempat

    Sambut Ramadhan 1447 H, MUI Kecamatan Tambelang Gelar Tarhib dan Pawai Obor Bersama Masyarakat dan Pemerintah Setempat

    TAMBELANG – Dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci yang penuh kemuliaan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tambelang menyelenggarakan kegiatan Tarhib Ramadhan dan Pawai Obor menyambut Ramadhan 1447 H / 2026 M. Acara yang berlangsung meriah namun khidmat ini dilaksanakan pada hari Senin, 16 Februari 2026 (28 Sya’ban 1447 H).

    Kegiatan ini dipusatkan di titik kumpul Aula Depan Kantor Kecamatan Tambelang dan dimulai pada pukul 20.00 WIB hingga selesai. Acara ini menjadi momentum istimewa yang mempertemukan ulama, umara (pemerintah), dan masyarakat dalam satu semangat ukhuwah.

    Ketua MUI Kecamatan Tambelang, Ust. Umar Abdullah, S.Ag., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menyemarakkan syiar Islam serta mempererat tali persaudaraan antarwarga menjelang bulan puasa. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kembali semangat kebersamaan dan kecintaan umat terhadap ajaran Islam.

    Dalam sambutannya, Ust. Umar Abdullah, S.Ag. menyampaikan pesan dan doa bagi seluruh masyarakat Tambelang.

    “Semoga kita semua senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kekuatan lahir dan batin dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini. Besar harapan kami, semoga seluruh rangkaian ibadah yang kita jalankan diterima dan diridhoi oleh Allah SWT,” tutur Ust. Umar Abdullah.

    Pihak Pemerintah Kecamatan Tambelang turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh dengan hadir berpartisipasi dalam kegiatan ini. Sinergi antara MUI, KUA, Pemerintah Kecamatan, dan masyarakat terlihat jelas dalam antusiasme peserta pawai obor yang menerangi jalanan Kecamatan Tambelang.

    Melalui kegiatan Tarhib Ramadhan ini, diharapkan masyarakat Kecamatan Tambelang dapat mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik maupun spiritual, untuk mengisi hari-hari di bulan Ramadhan dengan semangat penuh.

  • Harmoni Cinta dan Alam: KUA Tambelang Gelar Bimwin Sekaligus Aksi “Pepeling”

    Harmoni Cinta dan Alam: KUA Tambelang Gelar Bimwin Sekaligus Aksi “Pepeling”

    TAMBELANG, 5 Februari 2026 – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tambelang terus berkomitmen memberikan bekal terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi para calon pengantin. Bertempat di aula KUA Tambelang, hari ini sukses diselenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Mandiri yang diikuti oleh empat pasangan calon pengantin.

    Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para calon pengantin dengan pemahaman mendalam mengenai manajemen rumah tangga, penguatan mental, serta pemenuhan hak dan kewajiban suami-istri demi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

    Simbol Kelestarian melalui Program “Pepeling”

    Ada hal istimewa dalam pelaksanaan Bimwin hari ini. Keempat pasangan yang hadir turut berpartisipasi aktif dalam program Pepeling (Pengantin Peduli Lingkungan). Sebagai wujud syukur dan kepedulian terhadap alam, para calon pengantin menyerahkan bibit pohon tanaman kepada pihak KUA Tambelang sebelum memulai sesi bimbingan.

    Program Pepeling ini mengusung misi filosofis bahwa membangun biduk rumah tangga serupa dengan menanam pohon; keduanya memerlukan perhatian, kesabaran, dan lingkungan yang sehat agar dapat tumbuh kokoh dan bermanfaat bagi orang banyak. Bibit-bibit yang terkumpul nantinya akan dialokasikan untuk penghijauan di wilayah Kecamatan Tambelang.

    Pelayanan Prima untuk Masyarakat

    Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar, khidmat, dan penuh antusiasme. Sinergi antara pemateri dan para peserta menciptakan suasana diskusi yang interaktif, memastikan setiap pesan pembinaan tersampaikan dengan baik.

    Apresiasi diberikan kepada para pasangan calon pengantin yang tidak hanya siap secara spiritual untuk menempuh hidup baru, tetapi juga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan melalui aksi penanaman pohon ini.

  • Perkuat Administrasi dan Deteksi Dini, KUA Tambelang Terima Supervisi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Bekasi

    Perkuat Administrasi dan Deteksi Dini, KUA Tambelang Terima Supervisi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Bekasi

    TAMBELANG – Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan publik dan tertib administrasi, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tambelang menerima kunjungan tim supervisi dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Kabupaten Bekasi pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada Pembinaan Administrasi Nikah dan Rujuk (NR) untuk periode Triwulan IV Tahun 2025.

    Tim supervisi yang hadir dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Bimas Islam, Bapak Nedi, didampingi oleh Lidya Purnama, Nia Arniyati, dan Hendi Hendriana Hanafi. Selain KUA Tambelang sebagai tuan rumah, kegiatan ini juga diikuti oleh jajaran dari KUA Kecamatan Cibitung dan KUA Kecamatan Sukawangi.

    Optimalisasi EWS dan Deteksi Potensi Konflik

    Selain evaluasi rutin terhadap buku administrasi, pertemuan ini juga menekankan pada penguatan program Early Warning System (EWS) Kementerian Agama. KUA Tambelang diminta untuk lebih proaktif dalam mendeteksi potensi konflik sosial maupun masalah keagamaan di tengah masyarakat sejak dini.

    Sebagai garda terdepan dalam pembinaan umat, aparatur KUA diharapkan mampu menjadi penyelesai masalah (problem solver) yang efektif. Dengan deteksi dini, diharapkan setiap riak permasalahan keagamaan dapat ditangani sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

    Menekan Pernikahan Dini melalui Penyuluhan Intensif

    Menanggapi masih seringnya terjadi pernikahan di bawah umur di wilayah Tambelang dan sekitarnya, tim pembina menekankan pentingnya peningkatan intensitas penyuluhan. Langkah-langkah strategis yang akan diambil antara lain:

    • Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS): Memperluas jangkauan edukasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan pemahaman mengenai kesiapan fisik, mental, dan ekonomi sebelum menikah.
    • Penguatan Program Pepeling: Program Pengantin Peduli Lingkungan (Pepeling) akan terus ditingkatkan sebagai bagian dari pembentukan karakter pengantin yang bertanggung jawab, tidak hanya terhadap keluarga, tetapi juga terhadap kelestarian alam sekitarnya.

    “KUA bukan sekadar tempat mencatat pernikahan, tetapi pusat edukasi dan benteng kerukunan masyarakat. Melalui tertib administrasi dan bimbingan yang tepat sasaran, kita ingin membangun ketahanan keluarga sekaligus ketahanan sosial,” ungkap salah satu tim supervisi dalam arahannya.

    Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB ini diakhiri dengan evaluasi mendalam terhadap dokumen-dokumen pelayanan, guna memastikan seluruh proses di KUA berjalan sesuai dengan regulasi dan standar pelayanan minimum (SPM) yang telah ditetapkan.

  • Tanpa Batas Jarak, KUA Tambelang Bekali 6 Pasangan Catin Lewat Binwin Luring dan Daring

    Tanpa Batas Jarak, KUA Tambelang Bekali 6 Pasangan Catin Lewat Binwin Luring dan Daring

    TAMBELANG – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tambelang terus berupaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pada Kamis, 8 Januari 2026, KUA Tambelang melaksanakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Binwim) dengan mekanisme pembagian waktu terpisah antara peserta tatap muka dan daring.

    Ada yang berbeda pada pelaksanaan kali ini. Demi mengakomodasi kebutuhan peserta, KUA Tambelang menggelar bimbingan dalam waktu yang tidak bersamaan.

    Sesi tatap muka (luring) digelar di Aula KUA Tambelang yang dihadiri oleh 4 pasangan calon pengantin. Suasana berlangsung hangat dan interaktif saat pemateri menyampaikan perihal fondasi keluarga sakinah, psikologi perkawinan, dan kesehatan reproduksi..

    Sementara itu, pada jam yang berbeda, Penghulu KUA Tambelang beralih ke layar monitor untuk memberikan bimbingan kepada 2 pasangan calon pengantin secara daring. Pemisahan jadwal ini terbukti efektif membuat suasana bimbingan lebih kondusif dan fokus.

    “Alhamdulillah, meski jadwalnya beda, semua pasangan mendapatkan hak yang sama. Yang di Aula bisa fokus tatap muka, yang daring juga bisa kami layani secara khusus di jam terpisah,” ungkap Rizkiansyah Eko Nurcahyo, S.H. usai kegiatan.

    Fleksibilitas ini adalah bentuk komitmen kami agar setiap calon pengantin mendapatkan bekal ilmu rumah tangga yang utuh, tanpa terkendala jarak dan waktu.

    Semoga menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah untuk semua peserta! 🤲